Tabanan, Rabu (15 April 2026) — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali laksanakan Kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di SMA Negeri 1 Tabanan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, instansi terkait, serta kalangan pelajar.
Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Tabanan yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten Tabanan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tabanan, perwakilan Badan Narkotika Provinsi Bali, tim kesehatan Kabupaten Tabanan, perwakilan desa, para guru, melibatkan 200 siswa sebagai peserta dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Tabanan
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Organisasi kemasyarakatan, Adhi Tiana menegaskan bahwa permasalahan narkotika merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan generasi muda dan stabilitas sosial masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif, melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, hingga masyarakat luas. Ia juga menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda melalui edukasi berkelanjutan serta peningkatan kesadaran akan bahaya narkotika sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Tabanan menyambut hangat para peserta secara komunikatif, dan penuh antusiasme. Wakil Bupati tidak hanya menyampaikan pesan-pesan tentang bahaya narkotika, tetapi juga mengajak para siswa untuk berani menyampaikan pendapat serta berbagi pandangan terkait tantangan yang mereka hadapi di lingkungan pergaulan sehari-hari. Beberapa siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan, yang kemudian ditanggapi secara terbuka dan membangun, sehingga tercipta suasana dialog yang edukatif dan inspiratif. Momen ini sekaligus menjadi ruang penguatan kedekatan antara pemerintah daerah dan generasi muda dalam upaya bersama mencegah penyalahgunaan narkotika.
Pemaparan materi sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) yang disampaikan oleh narasumber dari Badan Narkotika Provinsi Bali menekankan pentingnya peran bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika, mulai dari lingkungan keluarga dan sekolah, serta memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis narkoba, dampak negatif yang ditimbulkan, hingga konsekuensi hukum bagi pelanggar. Selain itu, peserta juga diajak untuk lebih waspada terhadap peredaran narkotika yang semakin marak dengan berbagai modus baru, serta didorong untuk berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan di lingkungan sekitar. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan komitmen generasi muda dalam mendukung upaya P4GN demi terciptanya lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam pencegahan, kegiatan ini juga diisi dengan pelaksanaan tes urine kepada 100 siswa yang difasilitasi oleh tim kesehatan Kabupaten Tabanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta yang mengikuti tes dinyatakan negatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika semakin meningkat serta tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.


