Kesbangpol Bali Mantapkan Calon Paskibraka Nasional 2026 Menuju Verifikasi Tingkat Pusat

Denpasar – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali (Badan Kesbangpol) melaksanakan kegiatan pemantapan bagi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan mengikuti verifikasi tingkat pusat tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 2 hingga 8 Juni 2026, bertempat di Hotel Puri Nusa Indah.

Kegiatan pemantapan ini merupakan tindak lanjut dari hasil seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bali, yang menetapkan putra-putri terbaik daerah untuk melaju ke tahapan seleksi nasional. Pembinaan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

Adapun enam calon Paskibraka yang mengikuti pemantapan ini terdiri dari tiga putra dan tiga putri, yaitu I Made Dwi Satya Kurniawan Saputra dari Kabupaten Badung (SMAN 1 Kuta Utara), I Gusti Ngurah Agung Avara Sastrawan Wibisana dari Kota Denpasar (SMAN 3 Denpasar), dan Kadek Pandu Ari Capriano dari Kabupaten Jembrana (SMAN 1 Melaya). Sementara untuk peserta putri yakni Vadeline Angelia dari Kabupaten Badung (JB School Badung), Ni Luh Made Pradnya Dewi Paramita dari Kabupaten Tabanan (SMK Triatmajaya), serta Ni Komang Gayatri Gita Arsani dari Kabupaten Karangasem (SMAN 1 Kubu).

Selama kegiatan berlangsung, para calon Paskibraka mendapatkan pembinaan intensif yang meliputi latihan fisik, pelatihan baris-berbaris, pemantapan gerak langkah, hingga pembekalan kemampuan komunikasi seperti public speaking. Rangkaian kegiatan disusun secara terstruktur dari pagi hingga malam hari guna membentuk kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan peserta.

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Komang Kusumaedi, menyampaikan bahwa kegiatan pemantapan ini menjadi tahap krusial dalam menyiapkan calon Paskibraka sebelum menghadapi verifikasi tingkat pusat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para calon Paskibraka Nasional tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki mental yang kuat, disiplin tinggi, serta pemahaman kebangsaan yang baik. Mereka adalah representasi generasi muda Bali yang diharapkan mampu bersaing dan memberikan yang terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek teknis baris-berbaris, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian. “Kami optimis para peserta dapat melalui tahapan verifikasi tingkat pusat dengan hasil yang maksimal serta mampu mengharumkan nama Provinsi Bali,” tambahnya.

Selain pembinaan fisik dan teknis, peserta juga menjalani rutinitas harian seperti lari pagi, sembahyang bersama, serta penguatan karakter yang menjadi bagian penting dalam membentuk integritas dan jiwa nasionalisme.

Melalui kegiatan pemantapan ini, diharapkan para calon Paskibraka asal Bali mampu menunjukkan performa terbaiknya serta membawa nama baik daerah dalam ajang seleksi tingkat nasional.