Tabanan (14/4)— Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus digencarkan melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pupuan, Kabupaten Tabanan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali ini menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Ormas, Kesbangpol Bali, Gede Adhi Tiana dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, Sekretaris, serta Kepala Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabanan. Turut hadir pula perwakilan dari Badan Narkotika Provinsi, Badan Narkotika Kabupaten Tabanan, tim kesehatan Kabupaten Tabanan, serta diikuti oleh sekitar 150 siswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan tes urine yang difasilitasi oleh tim kesehatan dari Puskesmas bersama Badan Narkotika Kabupaten Tabanan. Sebanyak 100 siswa mengikuti tes tersebut, dan berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.
Adhi Tiana menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga diri dari bahaya narkoba. Ia menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan dan potensi generasi bangsa.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh siswa untuk memiliki keberanian dalam menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba serta membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan positif. Edukasi sejak dini, menurutnya, menjadi kunci utama dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali, Putu Soni Kurniawan, S.Sos., M.I.Kom., yang merupakan Penyuluh Narkoba Ahli Muda, menyampaikan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap bahaya narkoba dari berbagai aspek, termasuk kesehatan mental. Ia menekankan bahwa kondisi mental yang tidak stabil kerap menjadi celah masuknya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Selain itu, ia juga memberikan edukasi terkait jenis-jenis narkoba, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, materi yang disampaikan mampu menarik perhatian para siswa sehingga kegiatan berlangsung dengan antusias.
Kita berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, dengan berani menolak narkoba serta turut menyebarkan informasi yang benar tentang bahaya penyalahgunaannya, kesadaran dan pemahaman generasi muda terhadap bahaya narkoba semakin meningkat, sehingga mampu membentengi diri dari pengaruh negatif di lingkungan sekitar.


