Senin, 9 September 2019
Bertempat di Gedung Wiswasabha Pratama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, Menerima Kunjungan Lapangan / Orientasi Lapangan ( OL ) Diklat Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh BPSDM Jawa Timur.

Jumlah peserta Diklat dalam kegiatan berjumlah 36 Orang dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi serta Kabupaten/Kota Jawa Timur, selaku Ketua Rombongan adalah Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Kepala Badan menyambut baik dan memberikan penghargaan kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur atas terselenggaranya Diklat Wawasan Kebangsaan. Kita patut mengapresiasi penyelenggaraan Diklat Wawasan Kebangsaan ini, mengingat belum seluruh provinsi yang melaksanakan Diklat serupa termasuk di Bali.
Diklat Wawasan Kebangsaan mempunyai arti penting dan sangat strategis, di tengah-tengah melemahnya persaudaraan kita sebagai bangsa. Pemerintah Provinsi Bali bekerjasama dengan RRI Stasiun Denpasar, POLDA Bali, KODAM IX/Udayana, FKUB, dan Majelis-majelis Agama selalu mengadakan Dialog kebangsaan yang bertujuan untuk merawat “ ke-Indonesiaan” sebagai perekat kebangsaan.

Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk terus menyemai rasa nasionalisme agar dapat menjamin terwujudnya kehidupan yang rukun, aman, damai serta tumbuhnya kesediaan untuk menerima, memahami dan menghayati nilai-nilai empat konsensus dasar kebangsaan. Melalui konsep pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, pemerintah Provinsi Bali, berupaya menata secara fundamental dan komprehensi pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yakni alam bali, manusia bali dan kebudayaan bali dengan berlandaskan Tri Hita Karena yang berakar dari kearifan lokal Sat Kerthi sehingga terwujud Bali Era Baru.
Dalam Menerima peserta Diklat ini, Kepala Badan didampingi oleh Dekan Fakultas Agama dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia, Ketua Sabha Budaya Bali dan Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan.
Diharapkan melalui kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran para peserta untuk saling menerima, menghormati dan menghargai segala bentuk perbedaan serta terbangunnya sikap dan perilaku para peserta yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Kunjungan ditutup dengan Penyerahan Cendramata dan Foto Bersama
