Kesbangpol Bali sasar SMK N 1 Bangli Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme, Kriminalitas dan Bullying

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Badan Kesbangpol) Provinsi Bali laksanakan kegiatan Road Show Kolaborasi Sosialisasi Pencegahan Paparan Radikalisme dan Kriminalitas pada Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Bangli ini, diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas siswa, guru pendamping, serta undangan dari berbagai instansi. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kesbangpol Provinsi Bali, Densus 88 AT Polri wilayah Bali, dan Komisi Perlindungan Anak Daerah Provinsi Bali (KPAD).

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali yang diwakili oleh SDM Aparatur Ahli Muda, Anak Agung Surya Pradipta, menyampaikan radikalisme tidak selalu berbentuk aksi kekerasan, tetapi juga dapat muncul dalam pola pikir intoleran, menolak perbedaan, dan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Sementara itu, kriminalitas di kalangan remaja dapat berupa perundungan (bullying), penyalahgunaan media sosial, hingga tindakan yang melanggar hukum. Melalui Kegiatan ini Badan Kesbangpol ingin mengajak para siswa untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan cinta tanah air, bijak dalam menggunakan media sosial, menjauhi pergaulan negatif, serta berani melaporkan jika menemukan indikasi radikalisme atau tindakan kriminal di lingkungan sekitar. Peran sekolah, keluarga, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang kuat dan berintegritas.

Kepala SMK Negeri 1 Bangli menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa selain aspek akademik. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para pelajar diharapkan mampu memahami bahaya radikalisme dan kriminalitas, serta tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi toleransi, saling menghormati, dan menjaga persatuan bangsa.

Dalam Pemaparannya narasumber dari Densus 88 AT Polri Bali dan KPAD Provinsi Bali menyampaikan bahwa radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan secara drastis dan kerap menggunakan cara kekerasan serta bertentangan dengan norma hukum dan nilai kebangsaan. Ciri-ciri radikalisme antara lain intoleran terhadap perbedaan, fanatik berlebihan, eksklusif, serta cenderung membenarkan kekerasan. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya pemahaman agama dan ideologi, pengaruh lingkungan pergaulan, paparan konten di media sosial, rasa ketidakadilan sosial, serta minimnya pendidikan karakter. Radikalisme dinilai dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, memicu konflik sosial, bahkan menimbulkan aksi terorisme. Sementara itu, bentuk kriminalitas di kalangan remaja yang perlu diwaspadai meliputi tawuran, bullying, penyalahgunaan narkoba, pencurian, hingga perundungan di media sosial (cyberbullying). Para pelajar juga diingatkan untuk tidak terlibat maupun bergabung dengan organisasi terlarang yang bertentangan dengan hukum dan nilai kebangsaan.

Road show ini merupakan bagian dari program sosialisasi yang akan dilaksanakan di seluruh kabupaten di Bali sebagai langkah strategis mencegah paparan radikalisme dan kriminalitas di tingkat Pelajar. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan bangsa, sekaligus membangun masa depan Bali yang damai dan harmonis.