Indonesia adalah Negara yang kaya akan keberagaman, baik Adat, Budaya, suku, ras dan Agama, seyogyanya kita semua turut dalam menjaga silaturahmi dan tolerensi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai kebangsaan kita saat ini berkurang, mari kita pupuk dan tanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam diri kita. menjaga persatuan dari sabang sampai merauke demi terwujudnya nawacita sesuai dengan cita cita pemerintah, merupakan tugas kita semua.
Memperhatikan hal tersebut telah dilaksanakan Kegiatan Focus Grop Discussion II dalam rangka penyusunan SOP Pam Pura dan Vihara yang diselenggarakan oleh BNPT Pusat Pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 pukul 09.30 Wita di Gedung Serba Guna Vihara Sakyamuni Jl. Gunung Agung Link. Padang Udayana Denbar.
Kegiatan ini dihadiri oleh :
- Brigjen Pol H. Herwan Chaidir (Dir Perlindungan BNPT)
- Kasubdit Pam BNPT Kol Czi Rahmat Suhendro
- AKBP Heri Guritno (Kasubag Baharkam Mabes Polri)
- Mayor Inf Ida Bagus Swastawa (Pasi Intelrem 163/Wirasatya)
- AKP I Nyoman Suryantosa (Polresta Denpasar)
- Ibu Romi S Ag.(Kementerian Agama)
- Para Perwakilan Pengurus Vihara di Bali.

Dalam materinya BNPT menyampaikan bahwa BNPT merupakan Badan yang menyelenggarakan urusan di bidang penanggulangan bertanggung jawab kepada Presiden, BNPT menjadi pusat analisis dan pengendalian krisis yang berfungsi sebagai fasilitas bagi Presiden untuk menetapkan kebijakan dan langkah-langkah penanganan krisis, termasuk pengerahan sumber daya dalam berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia. Langkah-langkah penanganan terhadap serangan diantaranya penanganan tindakan terorisme dilakukan sejak saat tahap perencanaan awal hingga penangkapan terhadap orang yang diduga sebagai pelaku dan kelompok jaringannya. Penanggulangan tindakan terorisme dilaksanakan sesuai dengan SOP masing-masing instansi yang terlibat di bawah koordinasi BNPT, selanjutnya dalam situasi pemulihan Pasca kejadian terorisme diantaranya Mengkoordinasikan pemulihan korban Melakukan monitoring untuk terjaminnya pemberian Santunan yang bersifat ekonomis bagi Korban atau Keluarga Korban dari Instansi terkait, Melakukan monitoring untuk terjaminnya Pendampingan secara psikologis bagi Korban atau Keluarga Korban dari Kementerian dan Instansi terkait, Melakukan monitoring untuk terjaminnya perbaikan kerusakan aset Vihara oleh Kementerian dan instansi terkait.
Kegiatan ini sebagai reprentasi kepedulian dari Pemerintah Pusat demi terwujudnya keamanan khususnya dalam tempat-tempat ibadah. Mari kita hidup saling bertoleransi, Sang Pencipta menciptakan banyak kebergaman namun tidak ada yang mustahil, banyak keberagaman di negara kita mari kita jaga silaturahmi dan tolerensi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.