90 Pelajar Bali Bersaing Ketat dalam Seleksi Paskibraka Provinsi Bali Tahun 2026

Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali tahun 2026 mulai memasuki tahap persaingan ketat. Kesempatan menjadi pengibar bendera pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 kini diperebutkan oleh para pelajar terbaik dari seluruh Bali.

Sebanyak 90 peserta dipersiapkan untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei mendatang. Saat ini, proses penjaringan masih berlangsung di tingkat kabupaten/kota, di mana masing-masing daerah tengah menyeleksi calon terbaik untuk dikirim ke tahap berikutnya.

Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus mematangkan persiapan, termasuk membentuk tim seleksi dan pelatih yang akan bertugas dalam proses penilaian. Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Provinsi Bali, I Komang Kusumaedi, menyampaikan bahwa seleksi tingkat provinsi akan digelar pada 4 hingga 8 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa seluruh kabupaten/kota diminta segera mengirimkan nama peserta paling lambat akhir April. Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, masing-masing akan mengirim lima pasang calon peserta, sehingga total 90 peserta akan bersaing. Namun, hanya 74 orang yang akan terpilih sebagai anggota Paskibraka Provinsi Bali.

Sementara itu, 16 peserta yang belum berhasil lolos di tingkat provinsi tetap akan menjalankan tugas sebagai Paskibraka di daerah masing-masing. Dari peserta yang terpilih di tingkat provinsi, Bali selanjutnya akan mengirim tiga pasang calon untuk mengikuti seleksi di tingkat nasional. Nantinya, hanya satu pasang terbaik yang akan dipilih untuk melangkah sebagai Paskibraka di tingkat Nasional.

Proses seleksi di tingkat provinsi akan berlangsung selama empat hari dengan tahapan yang ketat dan menyeluruh. Hari pertama diisi dengan tes ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, serta tes intelegensi dan psikologi. Pada hari kedua, peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Bali Mandara dan RS Mata Bali Mandara.

Memasuki hari ketiga, fokus seleksi beralih ke tes jasmani untuk mengukur ketahanan fisik para peserta. Sementara pada hari keempat, penentuan akhir dilakukan melalui tes Peraturan Baris Berbaris (PBB), parade, postur tubuh di GOR Lila Bhuana, serta sesi wawancara.

Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dijadwalkan berlangsung mulai 28 Juli hingga 18 Agustus 2026. Selama proses seleksi hingga masa diklat, setiap peserta akan menerima uang saku serta penghargaan.

Kusumaedi menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan berdasarkan kualitas peserta, tanpa mempertimbangkan asal daerah. Tidak ada sistem giliran antar kabupaten/kota, melainkan murni mencari putra-putri terbaik Bali yang layak mewakili daerah hingga ke tingkat nasional.

Seleksi ini menjadi pintu awal bagi generasi muda Bali untuk mengukir prestasi sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme melalui peran penting dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

“Seleksi ini bukan sekadar tentang siapa yang terpilih, tetapi tentang proses membentuk disiplin, karakter, dan jiwa nasionalisme. Tetaplah berjuang dengan penuh semangat, junjung sportivitas, dan berikan yang terbaik. Apa pun hasilnya, kalian adalah generasi muda terbaik yang siap mengharumkan nama daerah dan bangsa.”