KEGIATAN FORUM PEMBAURAN KEBANGSAAN Bagi ASN, FPK dan Generasi Muda Lintas Etnis se-Bali

Bagi masyarakat Bali, pembauran kebangsaan bukanlah sesuatu yang baru. Sejak masa lalu masyarakat Bali, sudah hidup berbaur dengan orang-orang Nusantara lainnya. Pesatnya perkembangan pelabuhan Kuta, Kusamba, Sangsit, Loloan, dan Banjar di masa lalu menyebabkan banyak orang-orang nusantara yang bermukim di Bali dan hidup berbaur dengan masyarakat Bali, walaupun latar belakang agama, keyakinan dan budaya mereka berbeda.

Sambutan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali sekaligus membuka secara Resmi Kegiatan

Setelah kemerdekaan terutama di era reformasi, masyarakat Bali telah memiliki wadah bagi tempat berkumpulnya para etnis Nusantara. Wadah tersebut bernama Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) yang berdiri sejak tahun 2001.  Dengan keberadaan FKPEN ini, maka tidaklah sulit bagi kita untuk menindaklanjuti amanat Permendagri No 34 Tahun 2006, agar di masing-masing daerah mulai dari tingkat provinsi sampai desa/keluarahan dibentuk Forum Pembauran Kebangsaan.

Untuk tahun 2019 ini Kegiatan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dilaksanakan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Bali Jalan Letda Tantular No.14 Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, pada hari Rabu 25 September 2019. Pembauran kebangsaan disasar untuk ASN, FPK dan Generasi Muda Lintas Etnis se-Bali.

Laporan Ketua Penyelenggara
Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan

Narasumber

  1. Pembauran Kebangsaan di Provinis Bali Oleh, Prof.Dr.Ir.I Gde Suranaya Pandit, M.P.
  2. Peran FKPEN dalam Percepatan Pembauran Kebangsaan di Provinsi Bali, Oleh Yosep Yulius  Diaz (Wakil Ketua FKPEN Provinsi Bali )
  3. Pemantapan Pembauran Kebangsaan Dalam Rangka Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Oleh JOHNNY SEBAYANG   (Kasubdit Pembauran dan Pelestarian Bhinneka Tunggal Ika )

peserta kegiatan FPK tahun ini, sebagian besar dari anggota FPK kabupaten/kota sebanyak 45 orang dan sisanya sebanyak 5 orang berasal dari anggota paguyuban yang ada di tingkat provinsi.

Dalam Sambutannya, Kepala Badan Kesatuan bangsa dan Politik Provinsi Bali menitipkan beberapa pesan kepada para peserta;

  1. Agar mempergunakan kegiatan Forum Pembauran Kebangsaan ini sebagai wadah komunikasi untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada dalam upaya membangun kerja sama dalam kehidupan masyarakat yang multikultur;
  2. Membangun sinergitas antar anggota Forum Pembauran Kebangsaan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam melaksanakan program/kegiatan yang telah dicanangkan; 
  3. Menciptakan iklim yang kondusif yang memungkinkan adanya perubahan sikap dan prilaku warga masyarakat agar menerima keberagaman;
  4. Menjaring aspirasi masyarakat sebagai bahan masukan dalam merancang program-program pembauran ke depan. 

Harus disadari Pembauran kebangsaan merupakan komitmen bangsa dalam mengukuhkan semangat kebhinnekaan agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Pembauran kebangsaan menjadi amat penting, karena disadari mulai melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa yang ditandai dengan mudahnya masyarakat terprovokasi dan termakan isu-isu yang menyesatkan yang dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara. Munculnya konflik di berbagai daerah yang sering dikemas sebagai isu SARA, menandakan betapa rentannya kita sebagai bangsa yang majemuk. Hal ini mengingat, kebhinnekaan disamping sebagai modal pembangunan bangsa, juga sekaligus memendam potensi konflik. Oleh karena itu, pembauran kebangsaan harus terus digelorakan dan diperjuangkan secara sungguh-sungguh, sehingga dapat menekan konflik yang terjadi.

untuk materi dapat di Unduh pada link https://drive.google.com/open?id=1C9-atGFASS3VCxPdbYHSsLQ9A3lN-MvX